Mulai beroperasi sejak Februari 2003 silam, pabrik Honda Prospect Motor (HPM) di Karawang, Jawa Barat akhirnya mencapai produksi sebanyak satu juta unit pada Februari tahun ini.

Pencapaian tersebut, setelah HPM menambah lebih banyak investasi terhadap pabriknya, termasuk menambah jumlah pabrik pada 2012.

“Pabrik pertama memiliki kapasitas 50 ribu unit pertahun dengan penjualan 21,650 unit. Nilai investasi Rp700 miliyar,” kata President Director HPM, Tomoki Uchida di pabriknya, Karawang, Jawa Barat, Senin (27/2).

Menurut Tomoki, sejak meresmikan pabrik keduanya pada Januari 2014, HPM baru meningkatkan kapasitas produksinya hingga maksimal 200 ribu unit pertahun. Sedangkan, penjualannya sampai Desember tahun lalu sudah mencapai 199,364 unit.

Tercatat, ada beberapa model yang diproduksi oleh HPM, seperti Honda Mobilio, BR-V, HR-V, Jazz, Brio Satya, Brio RS dan CR-V.

Selain itu HPM juga menambah jumlah investasinya dengan menambah jumlah fasilitas. Pada 2016, HPM mulai membuka Pabrik Stamping, atau yang biasa memproduksi panel samping, atap, lantau dan sebagainya.

Begitu juga, HPM membuka Pabrik Crank Shaft dengan total investasi Rp194 miliyar dan Rp228 miliyar. Pabrik terakhir yang sudah dibuka oleh HPM sekaligus untuk memenuhi peraturan pemerintah bagi mobil Low Cost Green Car (LCGC) dengan banyak komponen lokal.

“Saat ini produk Honda yang diproduksi di pabrik HPM telah memiliki kandungan lokal hingga maksimal 87 persen,” ujarnya.

Tomoki berujar, pencapaian tersebut merupakan bentuk komitmen HPM dalam tingginya konsumen terhadap hasil produksinya, sekaligus mengembangkan bisnis Honda di tanah air.

“Kami akan terus menambah investasi di pabrik ini untuk meningkatkan fasilitas dan sumber daya manusia. Sehingga kami dapat mencapai kepuasan lebih tinggi bagi konsumen, serta terus memberikan kontribusi positif bagi industri otomotif Indonesia,” kata Tomoki.

Selain dihadiri oleh segenap jajaran direksi HPM, acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yaitu Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan.

Kata Putu, pencapaian Honda ialah bentuk eksistensinya dalam industri otomotif untuk pasar dalam negeri. Padahal, menurutnya, industri otomotif dalam beberapa tahun ke belakang tengah mengalami penurunan begitu juga situasi perekonomian.

“Pencapaian tersebut untuk industri otomotif, sebenarnya suatu hal yang langka di Indonesia. Memang industri mengalami perlambatan, tapi masih tumbuh dibandingkan negara tetangga,” ujar Putu.

Secara keseluruhan produksi dari Pabrik HPM, tidak hanya memenuhi pasar domestik melainkan aktivitas ekspor, baik dalam bentuk mobil dan juga komponen. Sepanjang 2016 jumlah eksport meningkat signifikan, mencapai lebih dari 7.700 kontainer. Yang mana di tahun sebelumnya berhenti di 5.600 kontainer.

Sementara, nilai ekspor menjadi lebih dari Rp2,2 triliun pada 2016. Tahun ini HPM memiliki rencana meningkatkan kuantitas ekspor menjadi 10.000 kontainer dengan nilai lebih dari Rp2,5 triliyun.

Adapun negara tujuan ekspor HPM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. sebanyak 12 negara menjadi tujuan HPM, yakni Thailand, Malaysia, Pakistan, Turki, Filipina, Vietnam, taiwan, Jepang, Meksiko, Brazil, India dan Argentina.

Lebih lanjut, kata Tomoki, selain ditunjang oleh sistem canggih dan robotic, pabriknya juga turut mempekerjakan lebih kurang 7.900 karyawan. “Tentunya menciptakan lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat di Indonesia,” ungkapnya.

 

sumber: http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170227140224-384-196472/honda-karawang-produksi-satu-juta-unit-mobil-setelah-14-tahun/

Komentar

comments