foto dok: targettabloid.co.id
foto dok: targettabloid.co.id

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang MUI mengimbau para remaja tidak “ngabuburit” dengan cara jalan-jalan menggunakan kendaraan bermotor. Selain mengganggu lalu-lintas kegiatan ngabuburit seperti itu hanya memboroskan bahan bakar minyak (BBM).

“Sebaiknya ngabuburit dilakukan dengan cara yang positif seperti mendengar ceramah atau mengaji bersama di masjid Masjid,” ujar Ketua MUI Karawang, K.H. Tajudin Noor, saat dihubungi, Minggu, 5 Juni 2016.

Menurut Tajudin, kegiatan ngabuburit merupakan tradisi warga Sunda, khususnya masyarakat Karawang saat menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan tersebut sebelumnya dilakukan masyarakat dengan cara yang
positif seperti membersihkan mushola, mengaji, atau hal-hal lain yang bermanfaat.

Namun, akhir-akhir ini kegiatan ngabuburit mulai bergeser pada hal yang kurang bermanfaat. Para remaja menunggu waktu berbuka puasa dengan cara berjalan-jalan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Bahkan tidak sedikit remaja yang memadati tempat tertentu untuk mencari pasangan atau malah mereka ngabuburit sambil berpacaran.

“Lihat saja, setiap menjelang magrib tiba, sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Karawang dipadati sepeda motor warga yang mengaku tengah ngabuburit,” ujar Tajudin.

Menurutnya, kegiatan tersebut lebih banyak madharatnya ketimbang manfaatnya. Selain mengganggu arus lalu-lintas, ngabuburit dengan kendaraan bermotor rentan mengundang kecelakaan lalu-lintas. “Ngabuburit seperti ini yang harus dihindari. Coba bayangkan, dalam sehari berapa ribu liter BBM yang terbakar percuma demi aktivitas yang tidak bermanfaat tersebut,” katanya.

Menurut Tajudin, para remaja sebaiknya mengisi kekosongan waktu dalam menunggu waktu berbuka dengan berdzikir atau mengaji. Dengan demikian pahala puasa mereka bakal berlipat ganda.

“MUI Karawang telah mengeluarkan surat edaran agar kegiatan ngabuburit di jalan raya dihentikan. Kami harap para orang tua ikut membatu imbauan kami dengan cara mengawasi anaknya masing-masing,” katanya.

Di tempat terpisah Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Karawang, Matin Abdul Rozak menyambut baik surat edaran dari MUI tersebut. “Sudah saatnya kegiatan ngabuburit di jalan raya dibatasi. Bila perlu
Satuan Polisi Pamong Praja membubarkan para remaja yang ngabuburit tetapi mengganggu ketertiban umum,” katanya.

 

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/06/05/mui-karawang-sebaiknya-tidak-ngbuburit-di-jalan-raya-370917

Komentar

comments