BATUJAYA, IR – Penyaluran dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) tak pernah dirasakan sebagian warga miskin. Di Karawang, Jawa Barat, seorang nenek tak pernah merasakan dana bantuan dari pemerintah tersebut. Padahal, ia termasuk kategori warga sangat miskin.

Dirumah bertuliskan miskin inilah, nenek Mai tinggal seorang diri. Nenek berusia 98 tahun yang merupakan warga dusun lolohan 1, RT 06/ RW 03 Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Karawang, tak penah menerima bantuan program apapun dari Pemerintah.

Dari program bantuan langsung tunai atau BLT, hingga program simpanan keluarga sejahtera atau PSKS, pun tak pernah dirasakannya. Padahal, Mai termasuk kategori warga miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan program dari pemerintah.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, Mai hanya mengandalkan belas kasian orang lain dijalan. Jika beruntung, Mai membawa pulang uang sebesar Rp.20 ribu rupiah perharinya.

“Dari BLT sampai sekarang PSKS nenek gak pernah dapet. Makan juga nenek suka dikasih sama tetangga,” kata Mai pada Inforengasdengklok.com.

Ironisnya, meski memiliki kartu tanda penduduk dan kartu keluarga Mai tidak terdaftar dalam program PSKS. Banyak pihak mendesak, pemerintah agar segera merevisi data penerima hingga program simpanan keluarga sejahtera atau PSKS. Apalagi saat ini, telah banyak persoalan ketika warga penerima PSKS mencairkan dana bantuan tersebut.

Komentar

comments