Mahasiswa tolak mobil dinas anggota Dprd
Mahasiswa tolak mobil dinas anggota Dprd

KARAWANG, IR – Aksi unjuk rasa menolak pembelian mobil dinas anggota Dprd di halaman kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi, saat para mahasiswa menerobos masuk Ke kantor bupati dan dihadang polisi dan satpol pp.

Kericuhan terjadi ketika puluhan mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan mahasiswa Isalam indonesia atau PMII, berunjuk rasa di depan kantor bupati Karawang, Jawa Barat Kamis (29/09) siang.

Mahasiswa yang ingin masuk ke kantor bupati, langsung dihadang sejumlah polisi dan Satpol pp. Akibatnya, aksi saling dorong antara petugas dan mahasiswa pun tak terelakan. Tak Sampai disitu, mahasiswa pun nyaris menurunkan bendera merah putih yang ada di depan Kantor bupati.

Namun, aksi penurunan bendera merah putih ini berhasil dihadang petugas satpol pp. Kecewa tak didengarkan aspirasinya, mahasiswa pun membakar ban bekas di halaman kantor Bupati Karawang.

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini, menolak pembelian mobil dinas baru anggota Dprd Karawang, yang menggunakan anggaran dana APBD sebesar  7 milyar untuk 42 mobil.

“Saya sangat kecewa, di saat Kaaarwang dilanda defisit anggaran, ini pemerintah malah membeli mobil untuk anggota Dprd,” Ungkap koordinator aksi Rizki Sopiyan, pada Inforengasdengklok.com.

Setelah dua jam lebih berunjuk rasa, mahasiswa langsung membubarkan diri. Namun, para mahasiswa mengancam akan berunjuk rasa kembali dengan massa yang lebih banyak lagi.

Komentar

comments