3 Kuliner ‘Legenda’ Khas Rengasdengklok

by -469 views

Halo sobat IRC, ketemu lagi kita… Kali ini kita besut beberapa kuliner khas Rengasdengklok yang sudah ada sejak lama dan menjadi legenda sampai sekarang… Malu dong tinggal di Rengasdengklok kalau tidak tahu mah, karena orang yang tinggalnya jauh-jauh saja sudah pada tahu koq… Ayo kita tengok deh kuliner apa aja sich…

  • SORABI HIJAU
Sorabi Hijau (foto: tatarjabar.blogspot.com)

Bagi warga Rengasdengklok, penganan ini sudahlah tidak asing lagi. Serabi atau orang lokal menyebutnya sorabi yang dibuat dari adonan tepung beras ini sama seperti serabi-serabi di tempat lain. Namun yang membedakan makanan yang melegenda di Rengasdengklok ini adalah berwarna hijau yang ditambahkan pewarna alami dari daun suji. Dan yang membuat lengkap ketagihan dari sorabi hijau ini yaitu gula jawa cair dengan rasa duriannya, meski ada pula yang original. Kalau sudah di ujung lidah, rasanya tidak puas hanya melahap 1-2 sorabinya… Nah, langsung aja deh meluncur ke Jalan Kalijaya, di Desa Rengasdengklok Utara pas seberang TPU ya…

  • KUE SEMPRONG
Kue Semprong (foto: ist)

Ada dua tempat pembuatan kue semprong yang terbilang melegenda  berada di Jalan Karya Bakti, Desa Rengasdengklok Utara. Kedua tempat ini bersebelahan, konon keduanya masih satu keluarga namun menggunakan dua merek berbeda yaitu Tunas Murni dan Sari Murni. Soal rasa keduanya memiliki varian yang hampir sama, ada rasa original, wijen, nangka, pisang, durian, pandan dan lain-lain. Selain di jual di tempat pembuatannya ini, mereka juga memasarkan di toko-toko kue atau oleh-oleh seputar Karawang bahkan melalui toko-toko online.

  • BONTOT
Bontot (foto: kaskus)

Bontot kalo diartikan adalah anak bungsu… Kanibal dong? Hehehehe… Tenang aja yang dimakan itu bukan anak manusia tapi anak bungsu (sisa) dari adonan kerupuk. Masih di Desa Rengasdengklok Utara, tersebar ada beberapa pabrik kerupuk udang yang dijalankan secara turun temurun dan salah satu hasil olahannya yaitu bontot yang awalnya dari sisa adonan kerupuk. Kini, sudah hampir 10 tahun ini bontot sengaja di produksi karena banyak dinikmati bukan hanya warga Rengasdengklok tapi juga Kota Karawang dan sekitarnya. Mau digoreng langsung kemudian dicocol sambal/saos atau dimasak kuah pedas pun rasanya tetap kenyal-kenyal enak. Cung ah yang suka bontot… hehehe… (Alam Gerilya/Berbagai Sumber)