Bahasa Gaul di Medsos

oleh -31 views

Bagi yang setiap hari berkutat di dunia media sosial/medsos mungkin sudah sering membaca atau mendengar kata atau bahasa gaul yang belakangan menjadi hits, tapi tidak ada salahnya kita sama-sama intip lagi apa saja bahasa gaul itu beserta artinya ya…  cekidot!

  • Warganet

Istilah warganet atau netizen adalah sebuah lakuran dari kata warga (citizen) dan Internet yang artinya “warga internet” (citizen of the net  Kata tersebut menyebut seseorang yang aktif terlibat dalam komunitas maya atau internet pada umumnya  Istilah tersebut juga umum ditujukan kepada kepentingan dan kegiatan aktif di Internet, menjadikannya wadah sosial dan interlektual  atau struktur politik di sekitarnya, khususnya terkait akses terbuka, netralitas internet dan kebebasan berbicara  Warganet juga umum disebut sebagai warga siber atau cybercitizen, yang memiliki pengartian yang sama.

Istilah tersebut banyak dipakai pada pertengahan 1990an sebagai cara untuk menyebut orang-orang yang mendiami geografi baru dari Internet.  Pionir dan pengarang internet Michael F. Hauben dikenal karena mencetuskan dan mentenarkan istilah tersebut

  •  Negara berflower

Istilah ini sebenarnya sudah berseliweran cukup lama di jagat medsos, sampai kemudian merembet pula ke bahasa instant messaging. Maka, banyak yang sudah tahu maknanya tapi tak sedikit pula yang masih nggak paham.

Jadi maksudnya gimana? Simpel, “flower” itu kan bahasa Inggris untuk “kembang”. Nah, dalam kamus campur-campur ala netizen jadilah “negara berflower” itu artinya negara ber…kembang. Yup, istilah ini sering dipakai untuk merujuk ke Indonesia sendiri.

  • Netizen +62

Satu lagi inovasi tak ada habisnya dari warganet Indonesia. Bukan cuma “negara berflower”, Indonesia juga sering diistilahkan dengan “negara +62”.

Penggunaan +62 itu sendiri merujuk pada kode telepon yang digunakan Indonesia di dunia. Jadilah “negara +62” bermakna “negara Indonesia”. Ada pula varian populer lain yakni “netizen +62”, yang tentu saja merujuk pada warganet di Tanah Air.

  • Sabi

Berasal dari kata ‘bisa’, sabi berarti ‘dapat’ atau ‘mungkin saja’.  Kata yang kadang juga digunakan dalam konteks ‘boleh juga’ ini berasal dari dibaliknya suku kata bi-sa dari kata ‘bisa’. Meskipun tidak memiliki fungsi efisiensi signifikan, kata ‘sabi’ sering digunakan untuk menambah keseruan percakapan di dunia maya.

  • Cabs

Berasal dari kata ‘cabut’ yang artinya menarik sesuatu dari tempatnya, kata ‘cabs’ diberi imbuhan huruf S setelah memotong ‘ut’. Walau arti kata ‘cabut’ adalah menarik sesuatu, ternyata ‘cabs’ artinya adalah pergi. Sering digunakan untuk mengajak seseorang, ‘cabs’ juga bisa berarti himbauan untuk meninggalkan suatu tempat.

  • Gabut

Kata ini adalah singkatan dari ‘gaji buta’ dimana yang dipakai hanya dua hingga tiga suku kata awal dari masing-masing kata. Istilah gaji buta sendiri berarti tidak melakukan apapun namun mendapat imbalan. Dalam penggunaan kata ‘gabut’ maknanya diperluas bukan hanya bagi kaum pekerja. ‘Gabut’ ternyata dipakai untuk mendeskripsikan seseorang yang tidak melakukan apapun alias sedang bengong. Jadi digaji maupun tidak, kalau kamu sedang santai di rumah, jangan marah ya jika ada yang menyebutmu ‘gabut’. Itu berarti memang kamu sedang tidak ada kerjaan, walau kamu tidak digaji.

  • Woles

Asal mula kata ini adalah ‘slow’ dari bahasa Inggris yang artinya ‘lambat’. Cara pengucapannya dibalik menjadi ‘woles’ untuk mendeskripsikan keadaan santai alias tidak buru-buru. Kata ‘woles’ digunakan untuk menjelaskan keadaan santai, dan juga berarti ‘tidak masalah’. Kata ini juga bermakna ‘tidak perlu khawatir’ untuk merespon sesuatu yang salah satu pihak merasa takut atau bersalah.

  • Wagelaseh

Kata yang pertama kali dipopulerkan oleh penyanyi dan selebriti Syahrini ini baru saja menjadi trending di kalangan netizen. Kata yang merupakan kependekan dari ‘wah gila sih’ ini disingkat menjadi cara termudah mengucapkannya, yaitu ‘wa-gela-seh’. ‘Wagelaseh’ sering dipakai untuk mengekspresikan rasa takjub atau kaget terhadap suatu hal. Jika kamu penasaran, cobalah unggah suatu gambar sensasional di media sosialmu, lalu lihat berapa komentar ‘wagelaseh’ yang akan muncul.

  •  Masturdating

Eits… jangan ngeres dulu ya dengan istilah ini. Masturdating di sini adalah menghabiskan waktu dengan nonton film atau menikmati makan malam di restoran. Yah, mirip-mirip seperti dating alias kencan sih, hanya saja bedanya di sini kamu melakukannya sendiri. Makanya diberi nama masturdating.

Sebenarnya istilah masturdating ini mirip-mirip dengan me time, sih. Keduanya sama-sama berarti menghabiskan waktu sendirian dan memanjakan diri sendiri. Hanya saja kalau me time terkesan lebih positif karena kamu memang berniat menikmati hari sendirian. Tapi kalau masturdating lebih karena kamu memang lagi nggak ada teman atau pacar yang nemenin kamu menghabiskan waktu. Ups…

  • Askhole

Askhole itu cocok untuk menggambarkan tentang mereka yang suka banyak tanya tapi pertanyaan mereka sangat nggak penting. Nah, karena kebanyakan bertanya hal-hal yang nggak penting itu menyebalkan, maka munculah kata askhole.

Selain itu, kata askhole biasanya juga ditujukan kepada orang-orang yang selalu minta saran atau pendapat. Hanya saja, mereka tidak pernah melakukan saran tersebut dan masih saja mengeluhkan masalah mereka atau mengapa tidak ada yang bisa mengerti dirinya. Repot kan?

  • Eargasm

Pernah dong kamu mendengarkan musik yang begitu keren atau pas banget buatmu. Saking nikmatnya kamu mendengarkan lagu tersebut, kamu seperti menyatu, tenggelam, dan larut dalam lirik dan alunan musik yang mengalir.

Nah, sensasi seperti ini bisa disebut sebagai eargasm. Saking asyiknya kamu mendengarkan lagu, imajinasimu juga kadang melayang hingga kemana-mana. Jadi, lagu apa yang bikin kamu eargasm?

  • Cellfish

Janjian ngumpul bareng temen di suatu tempat, lalu saat kamu dan sekelompok temanmu berkumpul ternyata kalian semua malah sibuk dengan handphone masing-masing. Nah, ini nih yang sekarang sering banget dilakukan banyak orang. Janjian ketemu bukannya ngobrol atau bersosialisasi, tapi malah sibuk dengan handphone masing-masing.

Nah, orang yang seperti ini bisa disebut sebagai cellfish. Jadi, cellfish adalah kata untuk menjelaskan mereka yang terus saja sibuk dengan handphone mereka sehingga mereka tidak memperdulikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Nah, asal kamu tahu, sikap seperti ini itu nggak sopan, lho.

  • Baper

Nah, ini nih istilah yang juga sering banget dipakai oleh para netizen. Baper itu adalah singkatan dari bawa perasaan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu memikirkan sesuatu hal dan membuatnya merasa sedih atau galau.

Jadi misalkan ada orang yang ngomong sesuatu yang sebenarnya bercanda, tapi kamu kepikiran terus. Nah, itu artinya kamu baper alias bawa perasaan.

  • Mager

Ada lagi satu istilah yang terdengar asing, yaitu mager. Mager ini tidak ada hubungannya dengan pagar, ya. Mager adalah singkatan dari malas gerak.

Contoh kalimatnya seperti ini, “Duh, laper nih. Tapi mager.” Ya, okelah kedengarannya keren saat diucapkan, tapi apa ya masak kamu nggak mau gerak cari makan kalau kamu lagi lapar?

  • Afgan

Kamu tentu tahu kan penyanyi terkenal Afgan? Lagu-lagunya yang romantis dan suaranya yang merdu memang bisa bikin kita geregetan dan merinding. Nah, saking populernya, namanya sampai digunakan sebagai istilah, lho.

Nah, istilah Afgan di sini berarti ‘sadis’. Asal katanya adalah dari salah satu judul lagu Afgan yang berjudul sama. Contohnya adalah saat kamu jual barang di akun sosmed. Lalu kamu menulis, “jual mobil, bisa nego, tapi jangan afgan ya.” Nah, itu maksudnya bisa nego tapi jangan sadis negonya.

  • Sefruit saran

Ah, satu lagi istilah yang sudah cukup lama muncul di dunia per-medsos-an Indonesia dengan formula kamus campur-campur ala netizen.

Buat yang masih bingung, petunjuknya adalah bahwa “fruit” dalam istilah itu merujuk pada bahasa Inggris yang diterjemahkan sebagai “buah”. Kini sudah paham dong maksud dari “Sefruit saran”.

  • Tuman

Istilah ini sering muncul belakangan ini, disertai rangkaian meme yang biasanya berisikan skenario situasi sehari-hari dengan diakhiri gambar seseorang kena tampar.

Maknanya kira-kira “kebiasaan banget deh!”. Ya, tidak jauh berbeda pula dengan arti “tuman” yang ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yakni “menjadi biasa (suka, gemar, dan sebagainya) sesudah merasai senangnya, enaknya, dan sebagainya”.

(dari berbagai sumber)