INFO RENGASDENGKLOK – Band rock asal Karawang, NOEND, resmi merilis single terbaru berjudul “Teheran Jangan Kau Menangis (TEJA KAMENAI)” dalam acara jumpa pers yang digelar di D’Cafe Dewasena pada Rabu (18/3/2026).
Peluncuran lagu ini menjadi langkah awal NOEND menuju proyek mini album (EP) yang saat ini tengah mereka siapkan dan ditargetkan rilis pada Mei 2026 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, para personel NOEND mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari tragedi kemanusiaan di Timur Tengah, khususnya peristiwa pengeboman di sebuah sekolah di Iran yang menelan banyak korban jiwa.
“Lagu ini bentuk empati kami terhadap tragedi kemanusiaan. Kami ingin menyuarakan pesan perdamaian lewat musik,” ujar Eka saat jumpa pers.
Band yang terbentuk sejak 2025 ini digawangi Djibrut sebagai vokalis, Eka dan Andika “Dhekok” pada gitar, Aditya pada bass, serta Doyok pada drum. NOEND dikenal mengusung genre hard rock dan metal dengan karakter musik yang kuat dan enerjik.
Eka menjelaskan, proses penciptaan lagu ini berlangsung cukup cepat. Ide awal bahkan muncul dalam waktu singkat sebelum akhirnya dikembangkan bersama seluruh personel.
“Dari ide awal sampai produksi, total sekitar tiga hari. Kami langsung matangkan bersama,” katanya.
Meski mengangkat tema yang cukup berat, NOEND tetap mempertahankan identitas musik mereka.
“Secara teknis musik tidak banyak berubah, kami tetap dengan warna rock kami. Yang berbeda ada pada rasa dan pesan yang ingin disampaikan,” tambahnya.
Sebagai upaya memperluas jangkauan pesan, lagu ini juga dirilis dalam dua versi bahasa, yakni Indonesia dan Inggris dengan judul “Tehran Don’t You Cry”.
Single tersebut telah dirilis secara digital melalui eL RECORD Entertainment dan dapat diakses di berbagai platform musik digital. NOEND juga menghadirkan visualisasi lagu guna memperkuat pesan kemanusiaan yang diusung.
Ke depan, NOEND menyiapkan mini album berisi lima lagu yang direncanakan meluncur pada Mei 2026.
“Kami berharap lagu ini tidak hanya didengar, tapi juga bisa membuka kesadaran tentang pentingnya kemanusiaan dan perdamaian,” ujar Eka.
Melalui karya ini, NOEND menegaskan bahwa musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu-isu global. (Husna)





