MEMBANGGAKAN, Seniman Muda Dengklok Ciptakan Lagu Virus Corona

by -1,177 views

Info Rengasdengklok – Wabah Virus Corona semenjak menjangkit di Indonesia tumbuh seolah menjadi ‘Hantu” menakutkan. Virus yang terbilang tidak ganas namun telah menimbulkan nanyak korban, tak hanya korban jiwa namun korban kehidupan sosial pun turut menjadi sasarannya. Keadaan yang mengkhawatirkan tersebut diperparah lagi oleh isu dan rumor yang belum tentu faktualnya (HOAX). Berbagai upayapun dibuat oleh pemerintah dengan menghimbau gerakan hidup bersih dan sehat serta dengan menjaga frekwensi interaksi sosial (Social distancing). Banyak lagu, meme, dan karya-karya lainnya agar sosialisasi pemerintah melawan COVID-19 tersampaikan.

Adalah Lingga Angling Raspati, seorang seniman muda asal Rengasdengklok, menciptakan sebuah lagu dengan tajuk WABAH AYEUNA yang bercerita tentang tata cara agar terhindar dari Virus Corona. Dalam lagu itupula bercerita tentang seruan agar tidak mudah percaya pada berita dan info HOAX yang akhirnya menambah kekalutan di masyarakat. “Lagu ini tercipta sebagai bentuk keprihatinan saya atas musibah yang melanda di negara kita” Kata pemuda yang tinggal di Dusun Kedungmundu Desa Kutakarya Kecamatan Kutawaluya. Dijelaskan pula bahwa Lagu itu tercipta hanya dalam satu malam.” Alhamdulillah kang Budi selaku senior saya turut membantu dalam proses penciptaannya” lanjutnya.

Setelah lagu dan aransemen tercipta Pemuda beeusia 22 tahun tersebut dibantu oleh Budi berkoordinasi dengan Nace Permana selaku penggiat dan pecinta seni budaya di Karawang untuk turut dibantu dan dievaluasi. Bak gayung bersambut Ketua LSM Lodaya sangat mengapresiasi karyanya, dan dari itulah muncul gagasan untuk dinyanyikan oleh para seniman kawih sunda Karawang.

Selanjutnya dipilihlah beberapa nama juru kawih sebut saja Hj. Een Ratnaningsih, Teh Ayi, Hj. Iis Fatimah, Hj. Rosidah, Apih Nana, Euis Juwita, Euis Farida dan yang lainnya dengan mengolaborasi Senior dan Junior dalam dunia kawih sunda. “Sebetulnya masih banyak para pelaku seni yang ingin saya libatkan dalam lagu tersebut, namun karena keterbatasan waktu hanya bisa melibatkan beberapa saja” papar Lingga Mahasiswa ISBI Bandung sekaligus menyampaikan permohonan maafnya.

Dipilihnya genre tradisional dalam lagu tersebut adalah untuk menunjukkan kecintaannya pada seni sunda khususnya Karawitan. “Wabah Ayeuna’ musiknya bernuansa kental Gamelan itu sebagai ajang pembuktian bahwa Karawitan bisa Relevan dengan segala keadaan zaman. “Saya berharap seniman sunda Karawang membangkitkan dan mengenalkan seni budaya Sunda kembali agar tetap Abadi dan lestari di Rumah sendiri” harapnya.

Sebagai informasi bahwa pemuda yang piawai memainkan berbagai alat musik tradisional dan modern tersebut terlibat aktif dan sering dilibatkan manggung bersama para tokoh seniman Jawa barat, Dalang Apep dan Dadan Sunandar Sunarya acapkali melibatkan dia di spesialis alat musik tiup. Mengawali kancah di SAMBASUNDA menggodok dia perlahan matang dalam musikalitas tradisional Sunda. “Semoga makin banyak para anak muda yang mencintai dan mempelajari seni dan budaya sunda”Pungkas Lingga. (Dakar)

Klik tautan Lagu Wabah Ayeuna :