INFO RENGASDENGKLOK – Nasib pilu dialami seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Karawang, Jawa Barat. Muhammad Pahri (16), siswa kelas XI SMK Negeri 1 Jayakerta, terpaksa menghentikan pendidikannya karena menderita tumor ganas di kaki kanan yang terus membesar dan tak kunjung sembuh.
Sudah lebih dari tiga bulan, remaja asal Dusun Kerajan B, Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Karawang ini hanya bisa terbaring di rumah. Kondisinya kian memprihatinkan. Akibat penyakit yang dideritanya, Pahri tidak dapat mengikuti kegiatan belajar maupun aktivitas lainnya.
Penyakit ini bermula saat Pahri bermain bola basket bersama teman-temannya. Saat itu, kakinya terkilir. Namun seiring waktu, lututnya membengkak dan terus membesar. Setelah menjalani pemeriksaan, ia didiagnosis menderita tumor ganas yang memerlukan penanganan medis lanjutan di rumah sakit rujukan di Jakarta.
Sayangnya, keterbatasan ekonomi menjadi penghalang utama keluarga Pahri untuk melanjutkan pengobatan. Ayahnya, Jamsari, hanya bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak mencukupi untuk biaya medis yang dibutuhkan.
“Kami sudah bawa ke puskesmas, tapi disarankan rujuk ke rumah sakit besar di Jakarta. Biayanya terlalu besar, kami tidak sanggup. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah atau dermawan,” ujar Jamsari.
Pahri sendiri mengaku hanya ingin sembuh agar bisa kembali bersekolah seperti teman-teman sebayanya. Rasa sakit yang terus dirasakan membuatnya hanya bisa duduk dan berbaring di ruang tengah rumahnya yang sederhana, beralaskan tikar.
“Sakitnya luar biasa. Saya pengen sekolah lagi, pengen sembuh, tapi keluarga nggak punya biaya,” kata Pahri dengan suara lirih.
Harapan Bantuan Pemerintah dan Dermawan
Hingga kini, Pahri belum mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit karena belum memiliki biaya cukup untuk rujukan. Keluarga berharap ada uluran tangan dari pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat umum agar Pahri dapat menjalani pengobatan dan kembali menatap masa depannya.
Kondisi yang dialami Muhammad Pahri menjadi potret nyata bahwa akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Perlu sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan komunitas sosial untuk memberikan bantuan nyata bagi anak-anak bangsa yang ingin meraih cita-cita di tengah keterbatasan. (husna/alam)





