Perekam dan Pengunggah video wikwik di atas motor, Diciduk Polres Karawang

by -343 views

Masih ingat dengan video pelajar wikwik di atas motor??? Kejadian yang menghebohkan jagat maya tersebut beredar luas dengan sangat cepat di kalangan masyarakat Karawang. Berdasarkan info pelajar pelaku mesum tersebut telah menerima sanksi dari sekolahny yaitu di DO (Drop Out). Yah, akibat kenakalan dan melakukan perbuatan yang terlarang tersebut mereka telah mendapat sanksi sosial.

Lantas bagaimanakah sanksi perekam dan pengunggah video tersebut? Apakah ada jeratan hukumnya?

Kamis 18 Maret 2020, Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin S.I.K.M.H melalui kasat Reskrim AKP Bimantoro Kurniawan S.I.K pimpin Konfrensi Pers atas keberhasilannya melakukan pengungkapan kasus Dugaan tindak pidana UU Pornografi dan UU Informasi dan transaksi elektronik. Dalam Releasenya diterangkan pengungkapan ini bermula adanya berita viral tentang pelajar Cikampek wik wik diatas motor, atas adanya pemberitaan dan informasi tersebut pihak kepolisian khusunya Sat reskrim Polres Karawang melakukan penyelidikan, dengan mencari informasi, mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan gelar perkara dan konsultasi dengan ITE dari Kominfo mengenai peristiwa tersebut, ujar kasat Reskrim.

Pelaku berinisial S Bin D salah satu pekerja buruh harian lepas di PT Alexindo bagian penjelasan, saat ini tersangka sudah tidak lagi bekerja. “Tersangka melakukan perekaman tersebut dengan menggunakan handphone miliknya merk Samsung J2 Prame, pada saat jam istirahat denga cara sembunyi, mengintip dibalik dinding pembatas perusahaan dengan maksud tujuan iseng, usai merekam oleh tersangka video tersebut diperlihatkan dan dikirimkan kepada seseorang rekan kerjanya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut diduga telah terjadi adanya dugaan tindak pidana setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, dan lainnya dengan sengaja dan tanpa hal mendistribusikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 UURI Nomer 44 tahun 2008.

“Tersangka dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/denda paling banyak Rp. 1000.000.000.00 (satu miliar rupiah), pungkasnya. (SK)