Rengasdengklok Dalam Catatan Buku

by -370 views

IRC – Bagi orang Rengasdengklok, mungkin mempunyai kebanggaan sendiri karena tempat kelahiran atau tempat tinggalnya menjadi situs bersejarah bagi kemerdekaan bangsa Indonesia ini, yaitu ketika dua proklamator kita – Bung Karno dan Bung Hatta – pada 16 Agustus 1945 dibawa ke Rengasdengklok oleh kelompok pemuda untuk mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia saat Jepang dinyatakan kalah perang dari sekutu.

Dan peristiwa bersejarah ini pun tak luput dituangkan dalam beberapa buah buku, diantaranya berjudul “Rengasdengklok: Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945”, “Peristiwa Rengasdengklok” keduanya karya Her Suganda, “Huru-Hara Rengasdengklok” karya Lukas Luwarso, dan “ Sukarni & Actie Rengasdengklok” karya Emalia Iragiliati Sukarni.

1. RENGASDENGKLOK: REVOLUSI DAN PERISTIWA 16 AGUSTUS 1945
Buku yang ditulis oleh Her Suganda ini bukan hanya membahas tentang peristiwa tanggal 16 Agustus, dan tentang keberadaan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok. Di dalam buku ini Her Suganda juga mengungkap berbagai peristiwa lain seperti peristiwa pembantaian ratusan warga Desa Rawagede, oleh pasukan Belanda pada 9 Desember 1947, dan dari aspek geografi, masa lalu daerah Rengasdengklok melalui peninggalan purbakala, tangsi, dan asrama prajurit PETA di Rengasdengklok sekitar tahun 1945.

Judul : Rengasdengklok; Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945
Penulis : Her Suganda
Penerbit : Kompas
Cetakan : Agustus, 2009
Tebal : xxxviii+242 hlm

2. PERISTIWA RENGASDENGKLOK
Buku ini berusaha mengajak pembaca mengikuti peristiwa demi peristiwa yang terjadi di Rengasdengklok dalam bentuk kisah sebagaimana dia¬lami para pelakunya. Terutama sekali yang menyangkut peristiwa tanggal 16 Agustus 1945 dengan latar belakang se¬jarah serta perkembangan wilayah Rengasdengklok. Mak¬sud¬nya agar pembaca memperoleh pengetahuan singkat tentang daerah ini. Ditulis secara populer berdasarkan fakta sejarah yang diperoleh dari hasil wawancara, pengamatan lapangan, dan sumber literatur. Melalui jalinan kisah-kisah tersebut bisa diketahui, mengapa Peristiwa Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945 hingga kini masih menjadi “sisi gelap” dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Judul : Peristiwa Rengasdengklok
Penulis : Her Suganda
Penerbit : Kiblat Buku Utama
Cetakan : I, 2013
Tebal : xii + 428 hlm

3. SUKARNI DAN ACTIE RENGASDENGKLOK
Siapakah di antara pemuda yang berada di balik Peristiwa Rengasdengklok? Salah satu di antara pemuda yang berperan penting dalam peristiwa tersebut bernama Sukarni atau Bung Karni. Beberapa jam setelah Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun diikrarkan. Revolusi Indonesia pun bermula di mana Bung Karni mengambil bagian di dalam pergulatan revolusi Indonesia. Buku Sukarni dan Actie Rengasdengklok yang ditulis oleh anak biologis Bung Karni, Dr. Emalia Iragiliati Sukarni, berusaha memahami pemikiran Bung Karni tentang bangsa ini dari kacamata seorang anak. Dengan menggunakan pendekatan pragmatik-linguistik-antropologi, buku ini menggambarkan semesta Bung Karni dalam pergulatannya dengan sejarah bangsanya.

Judul : Sukarni dan Actie Rengasdengklok
Penulis : Emalia Iragiliati Sukarni
Penerbit : Ombak
Cetakan : –
Tebal : xii + 428 hlm

4. HURU –HARA RENGASDENGKLOK

Judul : Huru –Hara Rengasdengklok
Penulis : Lukas Luwarso
Penerbit : Institut Studi Arus Informasi (ISAI)
Cetakan : Cet. 1, Jakarta, 1997
Tebal : 142 hlm

(alam/berbagai sumber)