INFO RENGASDENGKLOK – Pasca relokasi para pedagang dari kawasan Kota Rengasdengklok, muncul harapan agar pemerintah segera menghadirkan pusat perdagangan yang permanen dan tertata. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Dari Utara (GARDU), Koko Baraya, yang meminta Pemerintah Kabupaten Karawang segera membangun Pasar Rakyat di wilayah Rengasdengklok.
Menurut Koko, relokasi pedagang seharusnya menjadi awal penataan kawasan kota, bukan sekadar memindahkan aktivitas jual beli. Ia menilai keberadaan pasar rakyat akan membuat wajah Rengasdengklok lebih rapi, nyaman, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Relokasi harus diikuti dengan solusi. Pedagang membutuhkan tempat usaha yang layak, masyarakat membutuhkan lokasi belanja yang nyaman, dan pemerintah membutuhkan kawasan kota yang tertata. Jawabannya adalah membangun Pasar Rakyat,” ujar Koko.
Ia menjelaskan, pasar rakyat memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat transaksi. Pasar rakyat merupakan ruang ekonomi kerakyatan yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku UMKM, dan konsumen dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Dengan adanya pasar yang representatif, hasil produksi masyarakat lokal akan lebih mudah dipasarkan, sementara pedagang memperoleh kepastian tempat usaha. Dampaknya, perputaran uang akan tetap berada di daerah dan memberikan manfaat bagi perekonomian Kabupaten Karawang.
Koko juga mengingatkan bahwa dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi krisis ekonomi maupun pascabencana di sejumlah daerah, pasar rakyat selalu menjadi salah satu fasilitas yang diprioritaskan pemerintah untuk dipulihkan. Alasannya sederhana, karena aktivitas pasar mampu menghidupkan kembali ekonomi masyarakat dalam waktu relatif cepat.
“Pasar rakyat adalah benteng ekonomi masyarakat. Di sanalah ribuan keluarga menggantungkan penghasilan setiap hari. Ketika pasar berjalan baik, ekonomi daerah juga ikut bergerak,” katanya.
Selain memiliki fungsi ekonomi, pasar rakyat juga dinilai berperan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Melalui berbagai program pemerintah seperti pasar murah, keberadaan pasar rakyat dapat menjadi instrumen pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
GARDU menilai pembangunan Pasar Rakyat di Rengasdengklok juga merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Selain meningkatkan kenyamanan kawasan perkotaan, keberadaan pasar yang dikelola secara baik diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui aktivitas perdagangan yang lebih tertib dan produktif.
Di akhir penyampaiannya, Koko Baraya mengajak Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., untuk menjadikan pembangunan Pasar Rakyat sebagai salah satu prioritas penggunaan APBD.
“Rengasdengklok adalah salah satu kawasan bersejarah sekaligus pusat aktivitas masyarakat di wilayah utara Karawang. Sudah saatnya memiliki Pasar Rakyat yang modern, bersih, tertata, dan menjadi kebanggaan warga. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat segera merealisasikannya demi kemajuan ekonomi masyarakat dan peningkatan PAD daerah,” tutupnya. (alam)





