Usai Cibuaya dan Cikampek, GP2LR Dorong Pemkab Bangun Pasar Rakyat Rengasdengklok dengan APBD

0-0x0-0-0#

INFO RENGASDENGKLOK – Pembangunan Pasar Baru Cibuaya Tahap II yang saat ini telah memasuki progres sekitar 30 persen kembali memunculkan harapan para pedagang di Rengasdengklok agar pemerintah juga membangun pasar rakyat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Harapan tersebut disampaikan Ade Sopandi, Ketua Gabungan Pedagang Pasar Lama Rengasdengklok (GP2LR). Menurutnya, pembangunan Pasar Baru Cibuaya menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang mampu menghadirkan pasar rakyat yang dibangun dengan dana APBD sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang kecil.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat kembali membangun pasar rakyat menggunakan APBD seperti di Cibuaya. Kehadiran pasar rakyat bukan sekadar menyediakan tempat berdagang, tetapi menjadi simbol tumbuhnya ekonomi kerakyatan dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ade Sopandi.

Ade Sopandi, Ketua GP2LR

Aspirasi tersebut kemudian diperkuat oleh Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Dari Utara (GARDU), Koko Baraya, melalui kolom komentar pada unggahan akun TikTok Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh yang menampilkan progres pembangunan Pasar Baru Cibuaya Tahap II.

Dalam komentarnya, Koko menulis:
“Cibuaya saja mempunyai pasar yang dibangun dengan anggaran APBD. Harusnya di Rengasdengklok bisa terwujud pasar tradisional yang dibangun oleh APBD juga agar meningkatkan perekonomian warga.”

Komentar tersebut mendapat balasan langsung dari Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE.
“Kita selesaikan satu persatu Kangg, Bismillah yaaa. Selesai Cikampek, Rengasdengklok.”

Balasan tersebut disambut positif oleh GARDU. Menurut Koko Baraya, respons Bupati menjadi harapan baru bagi para pedagang dan masyarakat Rengasdengklok.

“Kami mengapresiasi respons Pak Bupati yang menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat didengar. Kami berharap setelah pembangunan Pasar Cikampek selesai, pembangunan Pasar Rakyat Rengasdengklok benar-benar dapat direalisasikan sebagaimana harapan masyarakat,” kata Koko.

Ia menilai pembangunan pasar rakyat menggunakan APBD merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus pemerintah daerah.

Sekjen GARDU, Koko Baraya

“Pasar rakyat akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat, memperkuat pelaku UMKM, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penerimaan retribusi daerah, serta mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, keberadaan pasar rakyat dapat mengoptimalkan kembali fungsi UPTD Pasar di setiap kecamatan,” ujarnya.

Koko menambahkan, GARDU percaya kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh memiliki komitmen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Semakin besar ekonomi rakyat, semakin kuat pula ekonomi daerah. Pasar rakyat bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol keberpihakan pemerintah kepada pedagang kecil. Kami berharap komitmen yang disampaikan Pak Bupati melalui responsnya di media sosial dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat Rengasdengklok,” pungkasnya.

Pembangunan Pasar Baru Cibuaya sendiri saat ini terus berjalan dan telah mencapai progres sekitar 30 persen. Proyek tersebut menjadi salah satu contoh pembangunan pasar rakyat yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Karawang dan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah selatan Karawang. (al)

Pos terkait