KARAWANG, InfoRengasdengklok.com – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kecamatan Telukjambe Barat mengakibatkan krisis air bersih di Desa Wanakerta. Kekeringan yang terjadi dalam dua bulan terakhir membuat sebagian besar sumur warga mengalami penurunan debit air secara drastis, bahkan beberapa di antaranya telah mengering.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan akibat terbatasnya akses terhadap air bersih.
Ketua RT 02/RW 01 Kampung Sukasari, Sukasir, mengatakan kondisi kekeringan di wilayahnya kini telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan.
“Sudah sekitar dua bulan terakhir warga kesulitan mendapatkan air bersih. Banyak sumur yang debitnya terus menurun, bahkan ada yang sudah tidak mengeluarkan air sama sekali,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Wanakerta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Pada hari ini, sebanyak 9000 liter air bersih didistribusikan kepada warga di dua wilayah, yakni RT 02 Kampung Sukasari dan Kampung Beglasari, Desa Wanakerta. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Selain pemerintah, berbagai elemen masyarakat dan komunitas lokal juga turut berpartisipasi dalam membantu proses pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan sekaligus menjangkau daerah yang paling membutuhkan.
BPBD Kabupaten Karawang menyatakan bahwa bencana kekeringan menjadi perhatian serius dan memerlukan penanganan jangka panjang. Selain melakukan distribusi air bersih, BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak dan efisien terus digencarkan guna mengurangi pemborosan, terutama selama musim kemarau masih berlangsung.
Warga Desa Wanakerta berharap bantuan distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga kondisi kembali normal. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kerja sama dalam menghadapi dampak kekeringan serta mendorong langkah-langkah adaptasi terhadap perubahan iklim agar peristiwa serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Dengan sinergi antara pemerintah, BPBD, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat, diharapkan krisis air bersih di Desa Wanakerta dapat segera teratasi sehingga kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi secara aman dan berkelanjutan. (Husna)





