Tari Jaipong Bedog Lubuk, Warisan Budaya Khas Karawang dari LSM Lodaya

INFORENGASDENGKLOK.COM – Karawang tak hanya dikenal sebagai lumbung padi nasional, tapi juga gudang seni dan budaya yang terus berkembang.

Salah satu karya budaya yang kini menjadi sorotan adalah Tari Jaipong Bedog Lubuk, sebuah tarian kreasi yang lahir dari semangat pelestarian budaya lokal oleh LSM Lodaya Karawang.

Tari ini memadukan gerakan dinamis tari jaipong dengan simbol khas Karawang, yaitu bedog—golok tradisional yang identik dengan perlawanan dan keberanian masyarakat Sunda.

Dibalut dalam kostum hijau-emas, enam penari perempuan tampil dengan penuh semangat sambil membawa properti golok sebagai bagian dari koreografi yang sarat makna.

“Kami ingin anak muda Karawang bangga dengan sejarah dan budaya sendiri. Tari Bedog Lubuk ini bukan hanya hiburan, tapi juga edukasi budaya dan sejarah lokal,” ujar Ketua LSM Lodaya, Nace Permana.

Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, bersama para penari Jaipong Bedog Lubuk

Mengangkat Simbol Lokal: Golok dan Lubuk
Nama “Bedog Lubuk” sendiri dipilih dengan alasan kuat. Bedog mewakili kekuatan rakyat Karawang di masa lalu dalam menghadapi penjajahan, sementara Lubuk menggambarkan kedalaman makna dan nilai filosofis yang terkandung dalam tarian tersebut.

Tarian ini tidak hanya dipertontonkan di acara lokal, namun juga telah tampil di ajang nasional dan internasional, salah satunya dalam Tenggarong International Folk Art Festival (TIFAF).

Regenerasi Budaya Lewat Pasanggiri
Untuk memperkuat regenerasi seni tradisional, LSM Lodaya juga rutin menyelenggarakan Pasanggiri Tari Jaipong Bedog Lubuk tingkat Jawa Barat. Kegiatan ini telah menarik ratusan peserta dari berbagai sanggar dan sekolah. Bahkan di masa pandemi, lomba tetap digelar secara daring agar semangat berkesenian tetap hidup.

“Banyak penari muda ikut serta. Ini bukti bahwa budaya Karawang masih dicintai dan terus tumbuh,” ujar Siti Lutfiah, anggota grup tari Srikandi Lodaya.

Musik Khas dan Hak Cipta Orisinal
Tarian ini diiringi oleh musik orisinal ciptaan LSM Lodaya yang sudah didaftaran hak ciptanya. Lagu berjudul “Bedog Lubuk” menjadi identitas tersendiri dan rencananya akan digunakan sebagai lagu budaya resmi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang

Pelestarian Budaya sebagai Wujud Cinta Daerah
Melalui Tari Jaipong Bedog Lubuk, LSM Lodaya menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan kreatif, modern, dan tetap menghormati akar sejarah.

Bagi masyarakat Karawang, khususnya generasi muda di Rengasdengklok dan Karawang, tarian ini adalah pengingat bahwa budaya adalah warisan, sekaligus tanggung jawab bersama.

Pos terkait