INFORENGASDENGKLOK – Informasi terbaru yang diterima terkait peristiwa tawuran antarkelompok yang terjadi pada Kamis (6/8/2026) malam di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, meluruskan kabar yang sempat beredar di masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut bukan merupakan bagian dari suporter sepak bola yang sebelumnya sempat disebut-sebut terlibat usai menggelar kegiatan nonton bareng (nobar).
Sebelumnya, beredar dugaan di media sosial yang mengaitkan insiden tersebut dengan kelompok suporter sepak bola. Namun, informasi terbaru menyebutkan bahwa dugaan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang diperoleh di lapangan.
Tawuran Terjadi di Jalan Raya Taman Siska
Peristiwa tawuran berlangsung di Jalan Raya Taman Siska, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis malam.
Berdasarkan video yang beredar, dua kelompok terlihat bergerak menggunakan sepeda motor sambil membawa bendera umbul-umbul. Rombongan tersebut melaju dari arah Taman Siska menuju kawasan Portal Rengasdengklok.
Di tengah perjalanan, kedua kelompok terlibat adu mulut yang kemudian berujung bentrokan fisik di badan jalan.
Dua Orang Mengalami Luka
Akibat insiden tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kedua korban mengalami luka pada bagian punggung dan tangan akibat bentrokan tersebut.
Polisi Bubarkan Tawuran dan Lakukan Penyelidikan
Petugas kepolisian yang sedang melaksanakan patroli segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai keributan tersebut. Polisi kemudian membubarkan kelompok yang terlibat sehingga situasi kembali kondusif.
Selain melakukan pengamanan, personel Polsek Rengasdengklok juga telah mendata dua korban yang mengalami luka serta mengumpulkan informasi awal di lokasi kejadian.
Hingga kini, kasus tawuran antarkelompok tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengaitkan peristiwa tersebut dengan kelompok tertentu sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. (husna)





